Saya adalah salah satu orang yang pandai meramal. Dulu saya sangat senang dengan meramal nasib seseorang hingga pada suatu ketika, saya mendapat cobaan dari yang maha kuasa, dan saya tidak dapat meramal dan menolong diri saya sendiri. Hingga akhirnya saya bertobat dan menyerahkan segala permasalahan yang ada dalam diri saya sendiri kepada Allah SWT semata.
Disini saya hanya ingin memberi nasehat tentang ilmu meramal dan Syirik walaupun singkat tapi saya harapkan dapat membantu anda-anda sekalian untuk melihat kenyataan yang sebenarnya.
Ilmu meramal adalah melihat atau mengamati gelombang kehidupan hidup seseorang, seperti ilmu kecepatan dengan kecepatan sekian kita dapat menentukan kapan seseorang itu sampai ditempat tujuan. Ilmu kecepatan adalah ilmu pasti sehingga kita dapat memperhitungkannya dengan pasti pula. Tetapi kehidupan bukanlah ilmu pasti itu adalah ilmu Allah SWT semata, jadi kita hanya dapat berserah diri kepada Allah SWT semata untuk menjalani hidup kita sesuai dengan yang dianjurkan oleh agama kita. Dengan hanya selalu bertawakal kepada Allah kita sudah diberikan keselamatan di dunia dan diakhirat sesuai dengan anjuran nabi besar Muhammad SAW. Ingatlah yang diriwayatkan oleh Allah SWT bahwa nasib seseorang itu dapat berubah jika kita mau berusaha, jadi jelaslah niat kita yang menentukan segala sesuatu dan Allah yang meridhoinya. Semoga kita dalam lindungan Allah SWT dalam menjalani hidup ini.
Syirik adalah suatu pengetahuan atau pemahaman yang tidak berlandaskan agama dan keimanan kepada Allah SWT, jadi syirik itu adalah segala sesuatu yang membuat kita jauh dari Allah. Dan ramalan adalah sangat dekat dengan keSyirikan.
Jadi jelaslah di sini bahwa segala ilmu peramalan yang ada baik itu astrologi, shio, primbon, numerologi dan lain-lainnya adalah bohong belaka. Itu adalah ilmu yang mereka-reka saja. Dan ramalan tidak dapat membawa kita kedalam kehidupan yang tenang, bahagia dan sejahtera.
Disini saya memberikan beberapa hadis yang menerangkan tentang ramalan.
“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu mempercayai apa yang diramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” (HR. Tirmidzi No. 135, Abu Dawud No. 3904, Ibnu Majah No. 639 dan Ahmad No. 9252)
“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu menanyakan kepada tentang satu ramalan, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim 2230)
”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59]
Yang jelas sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas, mempercayai ramalan menyebabkan seseorang jadi kufur dan tidak diterima shalatnya oleh Allah SWT. Allah juga menyebut bahwa orang yang percaya pada ramalan berarti dia telah syirik:
Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah syirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, “Apakah penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Ahmad)
Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal. (HR. Bukhari dan Muslim)